Posted by: equinoxglory in Film, tags: love, movie
Forgotten Me- OST. Perhaps Love
ming ming shi ni shen yin.
shi ni de bei ying.
ni yong mo sheng de yan shen.
rang wo chen mo.
nan dao shi ni gu yi , shi tan wo de xin.
cuo de ye xu shi hui yi.
ni bu shi ni.
ni shi shei ni shi shei wang le ai guo wo.
xin wei ni zui xin wei ni sui.
wei ni zhi mi bu hui.
ai ceng jing cun zai.
huo zhe zhi shi wo de gan jue.
zen me ni hui ren xin ba wo wang ji.
Life is like a film
Each of us is the lead of our own film
Some might assume he is also the co-lead of someone else`s film
But in fact, his role is merely supporting
Or just a bit part
Or worse, his scenes could have been edited out
He just doesn`t know it……………….
Ga pernah bosen gw nonton film ini, seperti gw ga pernah bosen nonton before sunrise-before sunset, eternal sunshine of the spotless mind, atau amelie………..membuat gw bertanya-tanya pada diri gw apakah gw ga percaya cinta atau justru terlalu diromantisasi cinta?
Pun sebenarnya gw ga ngerti cinta, seperti gw ga ngerti tuhan, seperti gw ga ngerti agama, seperti gw ga ngerti masa depan, seperti gw ga ngerti bahagia, seperti gw ga ngerti hidup….
Kalibata, 18 September 2008
No Comments »

Lucu juga ya double_bell_euphonium ini, dua bell, tapi ga bisa dipakai barengan, harus di-switch dulu valve-nya, mau pake bell yang mana. Main bell digunakan untuk menghasilkan suara euphonium asli, sedangkan bell yang lebih kecil lagi digunakan untuk menghasilkan suara seperti baritone/trombone atau untuk menciptakan efek gema tertentu.
Sayangnya, euphonium jenis ini terakhir diproduksi tahun 1960, jadi sekarang udah nggak ada lagi euphonium semacam ini. Padahal, kalau mau hemat uang dan hemat space di lapangan display, kan ga usahlah, misalnya di MB Madah Bahana UI, menggunakan 14 pemain baritone dan 6 pemain euphonium, bisa diganti dengan 14 pemain euphonium double-bell ini, bisa switch valve kalau mau mainin partitur euphonium atau baritone dan lebih efektif, ga perlu ada bar-bar kosong, he…he…he…
Seru juga kali ya kalau ada alat tiup multi-bell, jadi satu alat ada bell buat menghasilkan suara terompet, mellophone, baritone, euphonium, dan tuba sekaligus, nah…nantinya bakal ada 1 pemain solo-brass di tengah lapangan display, sisanya jadi color of guard (COG) aja, biar seru, lapangannya lebih berwarna *kata temen gw mantan anak baritone yang pernah main COG, jadi anak COG itu enaknya bisa ngengkang-ngengkang jumpalitan dan boleh ketawa terus* Sementara gw yang anak musik kaki harus rapet, torso nggak boleh bergerak, dan mana bisa ketawa….bibir kan harus nempel di mouthpiece selalu. Ngengkang jumpalitan pake rok mini ala COG? Hi…hi…itu namanya pungguk merindukan bulan.
Kalibata, 18 September 2008
No Comments »
Posted by: equinoxglory in my day, tags: love
Seorang kakek tua, berkacamata tebal, dengan tangan rapuh penuh keriput, duduk di atas kursi dengan sebuah buntalan berbalut kertas coklat di pangkuannya. Tangannya gemetar membuka kertas itu, lalu perlahan terlihat sebuah jambangan bunga muncul di balik pembungkusnya…jambangan bunga yang mengingatkannya di masa muda bersama kekasih tercinta, saat mereka berseteru dan salah satu membantingnya……(Video klip Padi-Sesuatu Yang Indah)
Aku ingin bercerita tentang keriput.
Setiap kali aku melihat keriput, aku selalu berpikir bahwa itu bukan sekedar pahatan usia.
Bukan sekedar seperti urat kayu yang menyatakan umurmu
Itu adalah saksi yang tak pernah alpa merekam detik-detik perjalananmu…
Berapa lama? Enam puluh tahunkah…tujuh puluh tahunkah…satu abadkah?
Suatu hari ketika jalan-jalan di kota lama Semarang, sepasang suami istri, kakek-nenek, naik sepeda berdua melintasi jalan berpaving kota lama. Si nenek berkebaya dan berkain lusuh, duduk menyamping di belakang si kakek, lengan kanannya erat melingkar di pinggang kurus si kakek, mempercayakan seluruh nyawa pada tubuh yang sama ringkihnya. Pemandangan yang luar biasa. Bisakah suatu hari aku merasakannya? Melingkarkan lenganku yang keriput pada tubuh yang sama rapuhnya tapi aku senantiasa merasa kuat saat bersamanya?
Bisakah?
Hanya saja, mencintai memang begitu sulit
Mencintai hingga keriput menghias tubuh memang begitu sulit
Seperti keriput menggores setiap pertengkaran
Seperti keriput memahat setiap perpisahan
Seperti keriput menuliskan maki dan amarah
Seperti keriput yang merekam semua kesalahpahaman
Seperti keriput yang mengukir setiap cinta dan sayang
Bisakah sepasang manusia memahat keriput bersama?
Terlalu mewahkah keinginan untuk memahat keriput bersama?
Kalibata, 17 September 2008
No Comments »
I am a mountain
I am a tall tree
ooooh, I am a swift wind,
Sweepin’ the country
I am a river,
Down in the valley
ooooh, I am a vision
And I can see clearly
If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say
Chorus
I’m that star up in the sky
I’m that mountain peak up high
Hey I made it, mmmmmm
I’m the world’s greatest
And I’m that little bit of hope
When my back’s against the ropes
I can feel it, mmmmmm
I’m the world’s greatest
(the worlds greatest, worlds greatest , for ever )
I am a giant
I am an eagle
ooh, I am a lion
Down in the jungle
I am a marchin’ band
I am the people
ooh, I am a helping hand
I am a hero
If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say
Chorus
In the ring of life i’ll rain love (i will rain)
and the world will notice a king (oooohhhhh yahhhhh)
when there is darkness i’ll shine a light (shine a light)
and views of success reflect in me
(World Greatest, R. Kelly)
###############################################################
Minggu yang berat di Madah Bahana: more dramatic rules!!!
Untuk kedua kalinya, sub-section gw, Baritone 2, dikeluarkan dari posisi konser karena salah seorang dari Baritone 2 nggak datang latian tanpa alasan, nggak bisa dihubungi, dan dia sudah nggak ada sejak hari Minggu. Konsekuensi dari ketidakhadiran dia adalah, bahwa Baritone 2 harus keluar dari kurva posisi konser. Nyesek banget.
Sabtu sebelumnya anak Baritone 2 yang nggak masuk itu terkena hukuman personal, yaitu lepas mouthpiece. Kenapa dia terkena hukuman lepas mouthpiece, karena dia nggak ada kemajuan yang berarti dalam memainkan musik, salah not, salah timing, dan itu memang malu-maluin banget. Intinya, daripada lo ngerusak lagu, ngerusak fullband dan harus diulang-ulang terus karena kesalahan lo, mending lo horns-up doang tanpa mouthpiece. Tapi itu memang konsekuensi kalau lo nggak sungguh-sungguh latian dan meremehkan pemanasan. Sebenarnya yang malu bukan dia seorang, tapi juga baritone 2 karena ia adalah anak baritone 2, selain itu baritone seluruhnya juga pasti malu, lebih besar lagi lowbrass juga kecewa dengan progress report dia yang sangat tidak signifikan.
Dan tadi malam rasanya seperti pecundang. Tidak diizinkan masuk kurva latihan. Pulang kerja, berdesak-desakan di bis dan kereta, melawan pengapnya macet dan gerahnya Jakarta, hanya untuk disingkirkan. Bangsat.
Is it fair, dear coach?????
Baritone 2: gw, dessy, dan ayu adalah orang-orang yang tidak merepotkan, tidak bermasalah di MB, mematuhi jadwal latihan, tapi ironisnya adalah siap menanggung semua hukuman. Apa lo bilang? Supaya kami lebih peduli lagi dengan teman satu section? Kurang peduli apa Baritone 2 ke dia, ngejadwalin latihan tambahan, tiap ada jeda dikit langsung nge-drill lagu, ada rehat sebentar nge-drill display untuk dia. Kesabaran lowbrass, khususnya baritone nggak kurang-kurang supaya skill-nya sama dengan kami semua.
Apa lo bilang? Supaya menimbulkan efek jera bagi yang mangkir latihan? Anaknya sadar nggak? Kalo nggak ya buat apa, justru ngorbanin anak-anak yang nggak pernah mangkir latihan. Kalau buat latihan pemanasan, display, dan main lagu aja dia nggak nyadar-nyadar untuk segera pake otaknya, gimana mau memahami konsep emosional semacam ini?
Dan itu rugi besar buat baritone 2 karena nggak diizinkan ikut latihan lagu bareng. Ketidakhadiran Baritone 2 berarti rugi juga buat seluruh brass, rugi juga buat satu unit, karena Baritone 2 udah ketinggalan banyak, dan kalau nanti diulang-ulang buat Baritone 2…Jangan bikin anak-anak Baritone 2 lebih nyesek lagi deh!
Sebenernya gw benci banget hukuman yang memainkan emosi di MB. Kalau lo nggak masuk tanpa alasan jelas, maka lo harus milih satu temen lo untuk gantiin push-up lo. Kalo lo nggak masuk sehingga kuota pasukan tidak terpenuhi, maka satu section itu yang bakal dihukum buat lo. Dan tahun ini, ffffuuuih…I find more dramatic punishment @ MBUI: lepas mouthpiece bagi yang salah mainin lagu, dikeluarin satu section kalo ada teman nggak masuk, dikeluarin satu section besar kalau komlat/SL nggak masuk. THE DRAMA UNIT!!!
If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say
Gw mencoba untuk tetap bisa mendongakkan kepala. Gw mencoba untuk tetap bisa berdiri tegap, horns-up sempurna 15 derajat, siku membentuk sudut 90 derajat, dengan nafas stabil demi not terbaik, tapi gw tetep aja megap-megap dengan air mata ngucur sialan!!!
I am a marchin’ band
I am the people
ooh, I am a helping hand
I am a hero
Am I?
Was I?
Helping hand?
Justru yang gw denger malah yel-yel setelah latihan, konon katanya untuk mengembalikan aura kebahagiaan.
Balikin partitur baritone 2, maka gw akan bahagia.
Balikin baritone 2 di tempatnya, maka gw akan bahagia.
Kalibata, 12 September 2008
2,637 Comments »
Kemaren abis ngajak Bonnie ngobrol di Kansas, dan kayaknya topik yang cocok dengan Bonnie adalah mengajukan pertanyaan: Should we marry somebody?
Gw dan Bonnie udah sering banget ngobrolin topik ini. Seingat gw, Bonnie males banget menikah. Bahkan gw sempet denger dia nggak pengen menikah. Awal dengar sih kaget juga, Bonnie kan anak MIPA, he..he.. (stereotype gw tentang FMIPA emang parah bgt! Anak MIPA tu alim, ga neko-neko, pemikirannya linear, lurus, saklek, ha..ha..ha…). Kalo temen-temen gw anak FIB males merid sih seabrek-abrek, bahkan ada yang udah berencana bikin panti jomblo, bahkan ada yang lagi nyiapin jomblo perak, yang semoga terus berlanjut ke jomblo emas, ha..ha..ha.. *horror bgt gw denger kata jomblo emas*
Back to Bonnie and I.
Well, should we marry somebody?
Should we?
Should I?
Hhhhh…………kalaupun harus, gw ga tau alasannya. Yang paling nggak bisa gw hindarkan adalah alasan agama. Emang riweuh banget kalo lo tumbuh dengan berbagai printilan agama. Setelah gede lo akan semakin dibingungkan karena lo ketemu berbagai macam pemikiran yang kadang nggak bakal ketemu sama ajaran-ajaran yang udah lo terima sejak kecil. Dan biasanya lo harus berganti identitas tiap kali ingin mengeluarkan pendapat.
Idealnya sih seseorang menikah karena alasan cinta. Tapi kenapa ya kok alasan itu menurut gw utopis, dangdut, labil, dan alasan paling rapuh untuk membuat sebuah komitmen besar. Gw seneng sebenarnya melihat masih begitu banyak orang yang optimis akan sebuah pernikahan. Menganggapnya sebagai sebuah ikatan suci atas restu Tuhan. Dirayakan besar-besaran dengan uang puluhan hingga ratusan juta. Dan semua orang berdoa semoga pernikahan kedua mempelai langgeng selamanya. Semoga. Kenapa semoga? Karena selalu ada kemungkinan ikatan itu putus di tengah jalan. Oh, my God…resikonya besar, sakit hatinya traumatis.
Dan gw?
Mmmm…sebenernya gw belum puas aja hidup melajang, he..he..he…lalalalala..bersenang-senang. Habis kayaknya orang kalo udah mau nikah tuh pikirannya serius banget. Dan kayaknya gw bukan jenis orang serius. Mmm…mungkin setelah umur gw 29 gw akan menjadi orang yang agak serius (btw, waktu umur gw 19 gw juga berpikir bahwa di usia 22 gw akan mulai serius. trus di usia 22 gw berpikir bahwa di usia 25 gw akan mulai serius hidup. tapi yah..semua umur itu udah lewat dan gw ternyata tetep bukan orang serius…ck..ck..ck..ya…nanti mungkin setelah usia gw 29, ha..ha..ha..)
Tapi, hidup serius itu seperti apa sih?
Berkerut, tidak banyak tertawa, berpikir panjang ke depan, berbicara kalem, terlihat menjaga sikap, well-managed?………………mmmm……nggak harus begitu kan? Toh Tuhan aja Maha Iseng banget sama kita…?
Kembali ke topik menikah. Kalo suatu hari nanti ada aturan untuk wajib menikah, hmmm….gw kayaknya akan memilih tinggal bersama teman cowok, yang juga punya pemikiran sama kayak gw, setidaknya untuk menghindari hukuman tidak menikah, hahaha…Bisa kan lo tinggal seatap sama temen beda jenis tanpa seks padahal lo seorang heteroseks? Ya kalo akhirnya jatuh cinta dan kayak2nya butuh seks, mungkin menikah bisa dijadikan salah satu alternatif hidup. Ini berlaku buat orang-orang kayak gw yang mesti nikah dulu sebelum having sex. Kalo lo ngerasa nggak perlu menikah ya monggo…jadi lebih simpel urusannya karena menikah itu aslilah….ribet, riweh, rebek, rempong bgt dah….
(Tulisan ga jelas, pagi-pagi bangun tidur ga bisa tidur lagi karena matahari-nya sadis banget masuk jendela)
Buitenzorg, 24 Agustus 2008
4 Comments »
tadi pagi gw minta ari nganter ke stasiun, padahal baru tadi malam dia nyampe dari galungan di denpasar. sebelum dia wisuda fakultas jam 11 pokoknya gw harus meninggalkan depok hari ini. setelah penampilan MBUI di depan anak baru selesai dan gw punya libur tiga hari sebelum latihan lagi. dan sore ini, gw sedang berada di bogor, di rumah salah seorang temen yang di hape-nya dial-list no. gw berada di peringkat 7. dan hape gw baru aja kecemplung wc.
gw sekarang sedang berada di balkon rumah ade, bersama gerimis bogor yang kecil-kecil dan selalu membasahi. dengan pemandangan bunga-bunga dalam pot-pot mungil warna coklat. ditemani lagu-lagu keane (ini ade yg maksa gw dengerin keane), trus tadi gw udah liat video klip-nya dream theater yang forsaken (kereeen…jarang gw memuji anime, he..he..), dan gw udah memuaskan kangen gw ngeliat lagi dancer in the dark-nya bjork, sekarang gw kangen lagu-lagunya shelomita yang albumnya dipinjem ayu ga dibalikin!
sebenernya, gw ga tau mau ngapain. gw pengen aja pergi sebentar dari kota yang sudah memberi nafas pada gw selama paling tidak delapan tahun ini. gw mungkin memang senang bepergian, atau mungkin lebih tepatnya gw suka berlari. gw senang mendengarkan bunyi pengumuman kereta dari arah jakarta menuju bogor akan datang, penumpang harap bersiap-siap, lalu bunyi lonceng stasiun yang begitu khas itu. lalu pelan-pelan gerbong kereta meninggalkan stasiun UI, stasiun pondok cina, cilebut, bojong gede, bogor……dan gw senang sekali liat ade di dunkin sedang menunggu gw. sepotong burger isi tuna dengan mayones yang menurut gw terlalu banyak dan segelas cola, plus sebuah pelukan besar khas ade.
gw sedang nggak pengen la la la la na na na na sama temen-temen MB gw
gw sedang nggak ingin dateng ke reuni Jepang 01 minggu depan
gw cuma pengen menikmati sepotong gerimis di kota tua bernama Buitenzorg, bersama secangkir susu hangat. sambil menangis secukupnya.
oya, besok pica juga datang bergabung di rumah ade. dia akan menyanyi buat gw katanya. gw pernah bikin lirik lagu dan pica udah aransemen. ga sabar gw pengen dengerin lagu gw dinyanyiin sama pica.
berkawan dengan gerimis
karib dengan susu hangat
sahabat di kanan kirimu
reda lah rinai di pipimu
buitenzorg, 23 agustus 2008
No Comments »
Siapa ryan, siapa dia?
Aku tak mengenalnya
Hanya kulihat wajahnya memonopoli layar kaca
Hari ini, tiga koran kubaca, semua masih membicarakannya
Terasa makin karib di telinga dan sosoknya akrab di mata
Tapi siapa tahu suatu malam kau pernah berpapasan dengannya
Di salah satu ruas jalan di margonda depan gramedia
Atau mungkin kau pernah berada satu antrean dengannya
Di depan kasir giant margo city, berdiri tepat di belakangnya
Atau mungkin kau tak sengaja bertabrakan dengannya
Di sesaknya terminal dan buru-buru kau minta maaf padanya
Atau kau pernah berada satu ruang di pizza hut pesona kayangan
Atau kursimu lima menit sebelumnya adalah tempatnya berkencan
Atau kau duduk sebelahan persis di detos 21 margonda
Saat menonton ayat-ayat cinta atau spiderman tiga
Saat itu, ia hanya orang biasa:
Menunggu kereta di stasiun pondok cina
Naik 04 lewat rumah sakit bunda atau hermina
Berjanji dengan seseorang di halte walikota
Jejak sepatunya pernah menempel di sepatu kita
Dan sebaliknya.
Karena kita berada di tanah yang sama
Berbagi oksigen sekaligus monoksida
Margonda raya tercinta
Depok, 27 Juli 2008
1 Comment »
"kuawetkanmu dalam setoples acar puisi warna pelangi nanti-nanti kubuka lagi, semoga nggak pernah basi…."
mojokerto, 5 juli 2008
1 Comment »
aku ingin mencintaimu meski terbata-bata seperti cinta pak taka pada shasha
aku ingin mencintaimu tanpa prasangka seperti cinta shizuka pada nobita
aku ingin mencintaimu dengan hati seperti cinta sayuti pada mbak susi
aku ingin mencintaimu, itu saja
banyuwangi, 4 juni 2008
4 Comments »
jika suatu hari nanti aku bertemu
tuhan,
entah di halte bis atau di stasiun
kereta
akan kubawakan padanya setangkup
cinta
: ini, kukembalikan. cuma bikin
gila!!
jika di suatu pagi aku bertemu
tuhan,
entah di gereja atau di sinagoga
akan kubawakan padanya setangkup
rindu
: ini, kukembalikan. cuma bikin
pilu!!
jika di suatu senja aku bertemu
tuhan,
entah di pasar malam atau di dufan
akan kubawakan padanya setangkup
air mata
: ini, kukembalikan. bikin basah
bantalku saja!!
jika di suatu malam aku bertemu
tuhan,
entah di pantai kuta atau pantai
marina
akan kubawakan padanya setangkup
hujan
: ini, kukembalikan. hanya
membuatku teringat dia!!
jika suatu hari aku bertemu tuhan,
entah di margo city atau plaza
semanggi
akan kubawakan padanya segenggam
hati
: ini, tolong perbaiki …
banyuwangi, 31 mei 2008
4 Comments »
|