Siapa ryan, siapa dia?

Aku tak mengenalnya

Hanya kulihat wajahnya memonopoli layar kaca

Hari ini, tiga koran kubaca, semua masih membicarakannya

Terasa makin karib di telinga dan sosoknya akrab di mata

Tapi siapa tahu suatu malam kau pernah berpapasan dengannya

Di salah satu ruas jalan di margonda depan gramedia

Atau mungkin kau pernah berada satu antrean dengannya

Di depan kasir giant margo city, berdiri tepat di belakangnya

Atau mungkin kau tak sengaja bertabrakan dengannya

Di sesaknya terminal dan buru-buru kau minta maaf padanya

Atau kau pernah berada satu ruang di pizza hut pesona kayangan

Atau kursimu lima menit sebelumnya adalah tempatnya berkencan

Atau kau duduk sebelahan persis di detos 21 margonda

Saat menonton ayat-ayat cinta atau spiderman tiga

Saat itu, ia hanya orang biasa:

Menunggu kereta di stasiun pondok cina

Naik 04 lewat rumah sakit bunda atau hermina

Berjanji dengan seseorang di halte walikota

Jejak sepatunya pernah menempel di sepatu kita

Dan sebaliknya.

Karena kita berada di tanah yang sama

Berbagi oksigen sekaligus monoksida

Margonda raya tercinta

Depok, 27 Juli 2008

One Response to “RYAN DAN MARGONDA”
  1. ati-ati lho, us. lo tuh suka pergi malam-malam. siapa yang tahu pada nasib kita tapi ada baiknya waspada!! huehehehe…

Leave a Reply