Archive for September, 2008

Forgotten Me- OST. Perhaps Love

ming ming shi ni shen yin.

shi ni de bei ying.
ni yong mo sheng de yan shen.
rang wo chen mo.

nan dao shi ni gu yi , shi tan wo de xin.
cuo de ye xu shi hui yi.
ni bu shi ni.

ni shi shei ni shi shei  wang le ai guo wo.
xin wei ni zui  xin wei ni sui.
wei ni zhi mi bu hui.
ai ceng jing cun zai.
huo zhe zhi shi wo de gan jue.
zen me ni hui ren xin ba wo wang ji.

Life is like a film

Each of us is the lead of our own film

Some might assume he is also the co-lead of someone else`s film

But in fact, his role is merely supporting

Or just a bit part

Or worse, his scenes could have been edited out

He just doesn`t know it……………….

Ga pernah bosen gw nonton film ini, seperti gw ga pernah bosen nonton before sunrise-before sunset, eternal sunshine of the spotless mind, atau amelie………..membuat gw bertanya-tanya pada diri gw apakah gw ga percaya cinta atau justru terlalu diromantisasi cinta?

Pun sebenarnya gw ga ngerti cinta, seperti gw ga ngerti tuhan, seperti gw ga ngerti agama, seperti gw ga ngerti masa depan, seperti gw ga ngerti bahagia, seperti gw ga ngerti hidup….

Kalibata, 18 September 2008

Comments No Comments »

Lucu juga ya double_bell_euphonium ini, dua bell, tapi ga bisa dipakai barengan, harus di-switch dulu valve-nya, mau pake bell yang mana. Main bell digunakan untuk menghasilkan suara euphonium asli, sedangkan bell yang lebih kecil lagi digunakan untuk menghasilkan suara seperti baritone/trombone atau untuk menciptakan efek gema tertentu.

Sayangnya, euphonium jenis ini terakhir diproduksi tahun 1960, jadi sekarang udah nggak ada lagi euphonium semacam ini. Padahal, kalau mau hemat uang dan hemat space di lapangan display, kan ga usahlah, misalnya di MB Madah Bahana UI, menggunakan 14 pemain baritone dan 6 pemain euphonium, bisa diganti dengan 14 pemain euphonium double-bell ini, bisa switch valve kalau mau mainin partitur euphonium atau baritone dan lebih efektif, ga perlu ada bar-bar kosong, he…he…he…

Seru juga kali ya kalau ada alat tiup multi-bell, jadi satu alat ada bell buat menghasilkan suara terompet, mellophone, baritone, euphonium, dan tuba sekaligus, nah…nantinya bakal ada 1 pemain solo-brass di tengah lapangan display, sisanya jadi color of guard (COG) aja, biar seru, lapangannya lebih berwarna *kata temen gw mantan anak baritone yang pernah main COG, jadi anak COG itu enaknya bisa ngengkang-ngengkang jumpalitan dan boleh ketawa terus* Sementara gw yang anak musik kaki harus rapet, torso nggak boleh bergerak, dan mana bisa ketawa….bibir kan harus nempel di mouthpiece selalu. Ngengkang jumpalitan pake rok mini ala COG? Hi…hi…itu namanya pungguk merindukan bulan.

Kalibata, 18 September 2008

Comments No Comments »

Seorang kakek tua, berkacamata tebal, dengan tangan rapuh penuh keriput, duduk di atas kursi dengan sebuah buntalan berbalut kertas coklat di pangkuannya. Tangannya gemetar membuka kertas itu, lalu perlahan terlihat sebuah jambangan bunga muncul di balik pembungkusnya…jambangan bunga yang mengingatkannya di masa muda bersama kekasih tercinta, saat mereka berseteru dan salah satu membantingnya……(Video klip Padi-Sesuatu Yang Indah)

Aku ingin bercerita tentang keriput.

Setiap kali aku melihat keriput, aku selalu berpikir bahwa itu bukan sekedar pahatan usia.

Bukan sekedar seperti urat kayu yang menyatakan umurmu

Itu adalah saksi yang tak pernah alpa merekam detik-detik perjalananmu…

Berapa lama? Enam puluh tahunkah…tujuh puluh tahunkah…satu abadkah?

Suatu hari ketika jalan-jalan di kota lama Semarang, sepasang suami istri, kakek-nenek, naik sepeda berdua melintasi jalan berpaving kota lama. Si nenek berkebaya dan berkain lusuh, duduk menyamping di belakang si kakek, lengan kanannya erat melingkar di pinggang kurus si kakek, mempercayakan seluruh nyawa pada tubuh yang sama ringkihnya. Pemandangan yang luar biasa. Bisakah suatu hari aku merasakannya? Melingkarkan lenganku yang keriput pada tubuh yang sama rapuhnya tapi aku senantiasa merasa kuat saat bersamanya?

Bisakah?

Hanya saja, mencintai memang begitu sulit

Mencintai hingga keriput menghias tubuh memang begitu sulit

Seperti keriput menggores setiap pertengkaran

Seperti keriput memahat setiap perpisahan

Seperti keriput menuliskan maki dan amarah

Seperti keriput yang merekam semua kesalahpahaman

Seperti keriput yang mengukir setiap cinta dan sayang

Bisakah sepasang manusia memahat keriput bersama?

Terlalu mewahkah keinginan untuk memahat keriput bersama?

Kalibata, 17 September 2008

Comments No Comments »

I am a mountain
I am a tall tree
ooooh, I am a swift wind,
Sweepin’ the country

I am a river,
Down in the valley
ooooh, I am a vision
And I can see clearly

If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say

Chorus
I’m that star up in the sky
I’m that mountain peak up high
Hey I made it, mmmmmm
I’m the world’s greatest
And I’m that little bit of hope
When my back’s against the ropes
I can feel it, mmmmmm
I’m the world’s greatest
(the worlds greatest, worlds greatest , for ever )

I am a giant
I am an eagle
ooh, I am a lion
Down in the jungle

I am a marchin’ band
I am the people
ooh, I am a helping hand
I am a hero

If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say

Chorus

In the ring of life i’ll rain love (i will rain)
and the world will notice a king (oooohhhhh yahhhhh)
when there is darkness i’ll shine a light (shine a light)
and views of success reflect in me

(World Greatest, R. Kelly)

###############################################################

Minggu yang berat di Madah Bahana: more dramatic rules!!!

Untuk kedua kalinya, sub-section gw, Baritone 2, dikeluarkan dari posisi konser karena salah seorang dari Baritone 2 nggak datang latian tanpa alasan, nggak bisa dihubungi, dan dia sudah nggak ada sejak hari Minggu. Konsekuensi dari ketidakhadiran dia adalah, bahwa Baritone 2 harus keluar dari kurva posisi konser. Nyesek banget.

Sabtu sebelumnya anak Baritone 2 yang nggak masuk itu terkena hukuman personal, yaitu lepas mouthpiece. Kenapa dia terkena hukuman lepas mouthpiece, karena dia nggak ada kemajuan yang berarti dalam memainkan musik, salah not, salah timing, dan itu memang malu-maluin banget. Intinya, daripada lo ngerusak lagu, ngerusak fullband dan harus diulang-ulang terus karena kesalahan lo, mending lo horns-up doang tanpa mouthpiece. Tapi itu memang konsekuensi kalau lo nggak sungguh-sungguh latian dan meremehkan pemanasan. Sebenarnya yang malu bukan dia seorang, tapi juga baritone 2 karena ia adalah anak baritone 2, selain itu baritone seluruhnya juga pasti malu, lebih besar lagi lowbrass juga kecewa dengan progress report dia yang sangat tidak signifikan.

Dan tadi malam rasanya seperti pecundang. Tidak diizinkan masuk kurva latihan. Pulang kerja, berdesak-desakan di bis dan kereta, melawan pengapnya macet dan gerahnya Jakarta, hanya untuk disingkirkan. Bangsat.

Is it fair, dear coach?????

Baritone 2: gw, dessy, dan ayu adalah orang-orang yang tidak merepotkan, tidak bermasalah di MB, mematuhi jadwal latihan, tapi ironisnya adalah siap menanggung semua hukuman. Apa lo bilang? Supaya kami lebih peduli lagi dengan teman satu section? Kurang peduli apa Baritone 2 ke dia, ngejadwalin latihan tambahan, tiap ada jeda dikit langsung nge-drill lagu, ada rehat sebentar nge-drill display untuk dia. Kesabaran lowbrass, khususnya baritone nggak kurang-kurang supaya skill-nya sama dengan kami semua.

Apa lo bilang? Supaya menimbulkan efek jera bagi yang mangkir latihan? Anaknya sadar nggak? Kalo nggak ya buat apa, justru ngorbanin anak-anak yang nggak pernah mangkir latihan. Kalau buat latihan pemanasan, display, dan main lagu aja dia nggak nyadar-nyadar untuk segera pake otaknya, gimana mau memahami konsep emosional semacam ini?

Dan itu rugi besar buat baritone 2 karena nggak diizinkan ikut latihan lagu bareng. Ketidakhadiran Baritone 2 berarti rugi juga buat seluruh brass, rugi juga buat satu unit, karena Baritone 2 udah ketinggalan banyak, dan kalau nanti diulang-ulang buat Baritone 2…Jangan bikin anak-anak Baritone 2 lebih nyesek lagi deh!

Sebenernya gw benci banget hukuman yang memainkan emosi di MB. Kalau lo nggak masuk tanpa alasan jelas, maka lo harus milih satu temen lo untuk gantiin push-up lo. Kalo lo nggak masuk sehingga kuota pasukan tidak terpenuhi, maka satu section itu yang bakal dihukum buat lo. Dan tahun ini, ffffuuuih…I find more dramatic punishment @ MBUI: lepas mouthpiece bagi yang salah mainin lagu, dikeluarin satu section kalo ada teman nggak masuk, dikeluarin satu section besar kalau komlat/SL nggak masuk. THE DRAMA UNIT!!!

If anybody asks you who I am
Just stand up tall
Look ‘em in the face and say

Gw mencoba untuk tetap bisa mendongakkan kepala. Gw mencoba untuk tetap bisa berdiri tegap, horns-up sempurna 15 derajat, siku membentuk sudut 90 derajat, dengan nafas stabil demi not terbaik, tapi gw tetep aja megap-megap dengan air mata ngucur sialan!!!

I am a marchin’ band
I am the people
ooh, I am a helping hand
I am a hero

Am I?

Was I?

Helping hand?

Justru yang gw denger malah yel-yel setelah latihan, konon katanya untuk mengembalikan aura kebahagiaan.

Balikin partitur baritone 2, maka gw akan bahagia.

Balikin baritone 2 di tempatnya, maka gw akan bahagia.

Kalibata, 12 September 2008

Comments 2,637 Comments »